Skip to content →

Dirgahayu Pramukaku Yang ke 50

Tidak terasa sudah 50 Tahun Gerakan Pramuka Indonesia telah terbentuk. Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Rakyat Muda yang Suka Berkarya.

Pramuka, sebuah nama yang sering di pandang orang itu jadul. Kebanyakan orang di Indonesia ini, memandang Pramuka itu sebuah organisasi yang gak penting. :mads Kalau menurutku kata-kata itu hanyalah kata-kata yang terucap dari orang yang gak pernah masuk organisasi pramuka.

Pramuka, semakin lama organisasi ini semakin maju saja, ilmu-ilmu yang diajarkan pun sendiri sudah disesuaikan dengan keadaan yang ada saat ini. Seperti, sekarang ini sudah semakin menjamur mengenai ilmu TI, ilmu yang di ajarkan di setiap pangkalan pun disisipi dengan ilmu pengetahuan tentang TI.

Demikian juga sekarang ini ada sebuah perkumpulan Pramuka se-Dunia. Klo gak salah diselenggarakan tiap 1 tahun sekali tongueeace: JOTI, Jambore On The Internet. Yang diikuti oleh Pramuka Penegak, Pandega dst. big grin (soalnya kemarin saya lihat gk ada yang penggalang dan siaga)

Kelahiran Gerakan Kepanduan

Gerakan ini dimulai pada tahun 1907 ketika Robert Baden-Powell, seorang letnan jendral angkatan bersenjata Britania raya, dan William Alexander Smith, pendiri Boy’s Brigade, mengadakan perkemahan kepanduan pertama (dikenal sebagai jamboree) di Kepulauan Brownsea, Inggris.

Ide untuk mengadakan gerakan tersebut muncul ketika Baden-Powell dan pasukannya berjuang mempertahankan kota Mafeking, Afrika Selatan, dari serangan tentara Boer. Ketika itu, pasukannya kalah besar dibandingkan tentara Boer. Untuk mengakalinya, sekelompok pemuda dibentuk dan dilatih untuk menjadi tentara sukarela. Tugas utama mereka

adalah membantu militer mempertahankan kota. Mereka mendapatkan tugas-tugas yang ringan tapi penting; misalnya mengantarkan pesan yang diberikan Baden-Powell ke seluruh anggota militer di kota tersebut. Pekerjaan itu dapat mereka selesaikan dengan baik sehingga pasukan Baden-Powell dapat mempertahankan kota Mafeking selama beberapa bulan. Sebagai penghargaan atas keberhasilan yang mereka dapatkan, setiap anggota tentara sukarela tersebut diberi sebuah lencana. Gambar dari lencana ini kemudian digunakan sebagai logo dari gerakan Pramuka internasional.

Keberhasilan Baden-Powell mempertahankan kota Mafeking membuatnya dianggap menjadi pahlawan. Dia kemudian menulis sebuah buku yang berjudul Aids to Scouting (ditulis tahun 1899), dan menjadi buku terlaris saat itu.

Pada tahun 1906, Ernest Thompson Seton mengirimkan Baden-Powell sebuah buku karyanya yang berjudul The Birchbark Roll of the Woodcraft Indians. Seton, seorang keturunan Inggris-Kanada yang tinggal di Amerika Serikat, sering mengadakan pertemuan dengan Baden-Powell dan menyusun rencana tentang suatu gerakan pemuda.

Pertemuannya dengan Seton tersebut mendorongnya untuk menulis kembali bukunya, Aids to Scouting, dengan versi baru yang diberi judul Boy’s Patrols. Buku tersebut dimaksudkan sebagai buku petunjuk kepanduan bagi para pemuda ketika itu. Kemudian, untuk menguji ide-idenya, dia mengadakan sebuah perkemahan untuk 21 pemuda dari berbagai lapisan masyarakat selama seminggu penuh, dimulai pada tanggal 1 Agustus, di kepulauan Brownsea, Inggris.

Metode organisasinya (sekarang dikenal dengan sistem patroli atau patrol system dalam bahasa Inggris) menjadi kunci dari pelatihan kepanduan yang dilakukannya. Sistem ini mengharuskan para pemuda untuk membentuk beberapa kelompok kecil, kemudian menunjuk salah satu di antara mereka untuk menjadi ketua kelompok tersebut.

Setelah bukunya diterbitkan dan perkemahan

yang dilakukannya berjalan dengan sukses, Baden-Powell pergi untuk sebuah tur yang direncanakan oleh Arthur Pearson untuk mempromosikan pemikirannya ke seluruh Inggris. Dari pemikirannya tersebut, dibuatlah sebuah buku berjudul Scouting fo Boys, yang saat ini dikenal sebagai buku panduan kepramukaan (Boy Scout Handbook) edisi pertama.

Kisah Diatasa atas kisah terbentuknya Kepanduan atau yang lebih dikenal dengan sebutan pramuka di Indonesia. Di dalam hari jadi Pramuka Indonesia yang ke-50 ini, saya hanya berpesan kepada seluruh anggota Pramuka di seluruh Indonesia:

pegang teguh DASA DHARMA tepati janji TRI SATYA…
“SATYAKU KUDHARMAKAN DHARMAKU KUBAKTIKAN”
Dirgahayu Pramuka ke-50 tahun. 14 Agustus 2011
Jayalah trus pramuka…
SALAM PRAMUKA…!!!! :iloveindonesias

Published in #ndobos

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *