Skip to content →

Aku Kasihan Dengan Kedua Keponakanku Ini

Syihab & Aftah (Pakai Headset)Mohammad Syihabbudin (Syihab) dan Mohammad Aftah ‘Ulumuddin (Aftah), dia adalah kakak adik yang masih kecil. Syihab balita yang masih duduk di TK Kecil dan Aftah balita yang masih duduk di Paud. Mereka di lahirkan hanya terlampaui jarak 2 tahunan saja.

Mereka dilahirkan dari rahim kakakku sendiri Eva Naula Lathifah yang dulunya memaksa nikah di usia 17an tahun. Orang tuaku sudah memaksa dengan berbagai cara, namun cara-cara orang tuaku tidak mempan. Bapak Ibuku hanya bisa pasrah menuruti permintaan kakakku itu.

Dulu memang pacarannya kakakku tidak sehat, aku mengetahui sendiri dengan mata kepalaku. Mungkin orang tuaku tidak tau, tapi aku tau, semua kisahnya aku tulis di sebuah buku diary yang aku sembunyikan. supaya orang tuaku tidak tau. Aku takut kalau orangtuaku tau. Aku takut kalau orang tuaku tiba-tiba terkena penyakit gara-gara mengetahui semua apa yang aku ketahui.

Umur 17 tahun kakakku menikah dengar perjaka asal Mojokerto yang bernama Imam Farid. Kala itu Imam Farid mungkin sudah berumur 28 tahun. Mereka terlampau jauh umurnya, sekitar 11 tahun. Imam farid merupakan perjaka keturunan Madura yang mempunyai watak kasar dan suka marah. Jujur aku pernah melempar dia dengan sebongkah batu, dan clurit tajam, karena aku saat itu sangat mangkel dan marah dengan dia akibat ulah-ulah yang dia perbuat di rumah orang tuaku. Namun, sasaranku tidak kena. Hanya nyerempet sedikit.

Dulu kakakku merupakan sosok wanita yang baik, penurut kepada kedua orang tua, lemah lembut, dan penyayang terhadap anak kecil. Termasuk adiknya, yaitu aku. Namun, setelah 2 tahunan menikah dengan perjaka itu, dan menetap di rumah orang tua suaminya. Perilaku dan sikap kakakku berubah 180 derajat.

Sebenarnya baru 6 bulanan usia pernikahan kakakku. Kakakku dan suaminya sudah berbuat ulah. Mereka menjual semua perhiasan orang tuaku yang diberikan kedua orangtuaku kepada kakakku. Kedua orang tuaku sok, yang paling menyesal yaitu bapakku, bapakku sampai sakit saat itu.

Masalah timbul sampai pernikahan mereka berumur 2 tahunan, setelah itu masalah agak mereda, tidak ada masalah besar yang muncul, hanya masalah-masalah kecil yang mudah penyelesaiannya.

Suami kakakku merupakan pria yang malas untuk bekerja, dia hanya mengandalkan orangtuanya. Pemberian uang dari orang lain, dan mengembil uang orang lain. Orangtuaku sudah beberapa juta jadi korban, aku pun jadi korba juga. Sudah banyak uangku yang ada di kamar raib. Orang tuaku hanya menyuruh diriku untuk ikhlas. Namu sebenarnya aku tidak ikhlas sama sekali.

Di tahun 2009, suami kakakku baru mau bekerja sebagai penjual pentol keliling, dan berganti menjadi penjual bakso. Namun itu hanya bertahan beberapa bulan. Tahun 2010an, Dia mencoba jualan lagi menjadi penjual pentol keliling, namun sudah beberapa hari ini jualannya pasang surut.

Itu beberapa perilaku keduanya yang sangat membuat orang tuaku kesal dan kesal. Perilaku yang membuat kesal lainnya yaitu sikap berubahnya kakakku yang menjadi keras. Didukung suaminya juga.

Memang mereka mempunyai anak dua. Namun sifat kebapakkan dan keibuan mereka tidak ada. Mereka berdua selalu berkata dan berbuat kasar kepada kedua anaknya. Bapak ibuku sudah berbuat sekuat tenaga namun sayang, tidak berhasil juga.

Keponakannku itu pernah hampir dibanting bapaknya ketika bapaknya tidak mau diikutinya pada suatu acara. Namun alhamdulillah ibunya tidak kehasut setan. Namun tindakan ibunya untuk melarang bapaknya sudah telat. Anak pertamanya itu sudah terlanjur kebentur pintu garasi dengan keras.

Disaat itu orang tuaku tidak ada, aku jua tidak berani menegur karena aku masih kecil dan tidak berani. Kisah selanjutnya yaitu kedua ponakanku sering dibentak. Pernah bapaknya itu misuhi atau berkata kotor terhadap kakakku dan kedua anaknya. Setelah itu, sebelum nenekku meninggal kata-kata itu muncul dengan keras. Bahkan nenekku yang sedang kritis sampai mendengar.

Sampai saat ini, sifat jelek dan keras suami kakakku dan kakakku belum juga hilang. Setiap hari, setiap menit kedua keponakakku selalu di marahi karena sesuatu hal, bahkan menurut saya alasannya tidak jelas. Pegang apa dikit dimarahi, berbuat apa sedikit dimarahi. Sungguh ironis nasib kedua keponakanku ini.

Bahkan suaminya kakakku dan kakakku jarang merawat kedua anak itu. Kalau makan jarang sekali diawasi, mungkin hanya pagi dan maghrib. Kegiatan lainnya pun tidak diawasi. Kakakku yang biasa dirumah hanya tidur saja, dia bermalas-malasan termasuk suaminya.

Mereka berdua hanya diperintah bapak dan ibunya. Buang air kecil saja, mereka berdua hanya disuruh sambil dibentak kedua orang tuanya. Saya pernah berteriak keras ke suami kakakku dan kakakku “CAH CILIK MBOK MILITER MBAKKKK…!!! ILING JEK CILIK IKI..!!! OJO TURU AE..!!!” translate Jawa – Indonesia “ANAK CILIK KOK DIMILITER MBAK…!!! INGAT MASIH KECIL ANAK INI..!!! JANGAN TIDUR SAJA KAMU..!!!

Sampai-sampai kedua orang tuaku sepulang bekerja dari sekolahan ikut ambil alih. Sebenarnya suami dan kakakku bertempat jadi satu di rumah orang tuaku, namun kata-kata pinutur dan nasihat dari orang tuaku tidak ada yang digubris. Orangtuaku dulu kalau mendidik sebenarnya tidak militer, bahkan menurut saya sangat sabar kedua orang tuaku.

Tapi mengapa kakakku bisa berbuat sekesar itu???? bahkan militer pun kalah…

Saya sangat kasihan, terutama kedua keponakanku. Saking seringnya dimarahi, dia jadi sangat bandel. Bagaimana dengan masa depan keponakakku? Apa dia akan menjadi preman karena sikap didiknya yang salah dari kakakku? Entahlah,, semoga nanti ada orang yang bisa menyadarkan kakakku dan suaminya supaya bisa bersikap lemah lembut. Mungkin Kak Seto atau psikolog, mungkin para ahli rukiyat dan lainnya.

Aku hanya bisa berdoa…..

 

Published in #ndobos

9 Comments

  1. ya’ampun, masa’ sih mub…
    sekarang mereka umur berapa mub ???

    • mubaroki mubaroki

      @srulz, He’e mas.
      bener itu.. sekarang umurnya sekitar 5 dan 3 tahunan

  2. eyaolo… *pingin ngerti wujude kakakmu kuwi, heheheh*

    didoakan wae mub, ojo dibenci, semakin dirimu benci yo dee semakin gak berubah.. *tapi angel sumpah… aku wae yo pegel kadang karo masku dewe ketika dee nyikso kucing digepuki nggawe gepuk kasur sampe raiso meong*

    • mubaroki mubaroki

      @ndop, nang’o omahku lak pengin ruh mbakku wi mas :melet:
      ya mas, aku mencoba berdo’a sekuat tenaga, semoga dia diberi kesadaran.

    • mubaroki mubaroki

      @Riffrizz, nyata asli mas. tidak mengada-ngada

  3. tips keuangan tips keuangan

    Duh, miris juga bacanya Masbro, pernah ada teman juga yang seperti ini. Suami istri itu 1, maksudnya begini..istri itu menurut apa kata suami. Jadi dalam hal ini Mbak mu benar benar kena perilaku buruk dari suaminya. Yang memperkeruh keadaan, tuh kk iparmu bener2 ga mandiri.

    • mubaroki mubaroki

      @tips keuangan, ya bener apa kata mas bro. mbak ku juga terlalu nurut pada suaminya. padahal suaminya itu perilakunya buruk kalau menurut saya.

  4. tahta laksana dewanata tahta laksana dewanata

    seng sabar lah ki kaleh berdoa terus wae, in sya Allah berubah kok yen suabar tenan nuturine.

    Tapi, pas aku merono kok gak ketaran ya ? padahal aku sering lho neng omahmu ki, :hmm:

    Amin Allahumma Aamiin. surprisek:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *