Skip to content →

Kisah Ketika Jembatan Ploso Macet

Judulnya kayak novel ya? *kagak* whew

Yah, kalu gitu, biarkan ane berucap sebisa ane dah ya., simak yuk.

Ini kisah terjadi ketika tanggal 13 Mei 2014 lalu, hari Selasa tepatnya. Pagi itu aku merencanakan berpergian berkeliling kota tanpa tujuan.

Ada sih tujuannya, yaitu ke Lengkong sambil belajar njepret di daerah sana, tapi jluntrungnya gak tau kemana.

Berangkat sekitar jam 05.15 pagi, pakai celana treneng biru dongker, kaos polo hitam dari kaskus, jaket hitam dari ads-id, bawa tas National Geographic KW super buat isi kamera big grin

Naik si biru Kharisma, sesampainya di pasar besar Lengkong aku putuskan untuk muteri pasar. Tujuannya cari spot menarik, seperti penarik delman, dan kadang ada mbah2 tua yang nyetok dangangan buat dibawa ke daerah alas.

Eh, eh, ternyata gak nemu si tukang delman. Akhirnya berhenti di suatu warung, tulisannya di depannya sih warungnya menyediakan beraneka macam masakan, tapi ternyata setelah ane masuk, si bakul langsung kasih info. “Mas entene soto mawon” rolling on the floor

Langsung deh, pesen semangkok soto ditemani teh manis panas, sambil beberapa saat berbincang sama si mas bakul, aku tolah toleh keluar warung buat cari momen yang menurutku bagus buat belajar njepret.

Nemu beberapa keadaan yang menurutku bagus. Aku habiskan mangkok sotonya, eh nasi sotonya deng beserta teh panas manisnya. Aku bayar ke si mas bakul dan mengucapkan terimakasih, si mas bakul pun membalas terima kasih dan menyuruhku hati-hati kalau kemana-mana. *perhatian banget sih mas,,, merasa terharu aku, hiks crying*

Dengan itu aku pun segera keluar warung, dan tolah toleh lagi, sambil ngeluarkan senapan bertenanga listrik dengan moncong yang memiliki bahan kaca.

Jepret! akhirnya dapat jepretan salah satunya ini.

bapak tukang becak sedang bercengkrama dengan teman-temannya.

Setelah berhasil mengabadikan beberapa momen, ku naik motor lagi dan melanjutkan perjalanan. Ndak tau mau kemana, langsung aja, mengarahkan laju kendaraan ke daerah jatikalen, trus, trus, trus,,,,,,

Sampai akhirnya tiba di daerah kecamatan Ploso Jombang, beberapa kilo dari perbatasan Jatikalen memang terlihat lengang dan sepi seperti waktu-waktu biasanya, kecuali lebaran.

Setelah hampir sampai di jembatan Ploso yang menghubungkan dengan Jombang, ada tumpukan kendaraan bermotor dan beberapa Polisi. Aku pun merasa penasaran ya waktu itu, saya kira ada apa gitu.

Untungnya arus kendaraan bisa berjalan pelan-pelan. Aku pun menyelinap, dan bisa lolos. Ternyata di jembatan lebih parah macetnya. Aku memutuskan berjalan menuju arah Tuban yang terlihat lengang.

Setelah beberapa meter aku berjalan, lha da la,,, tumpukan truk berbaris rapi, mengular hingga jauh.

Daripada jauh-jauh dan menghabiskan bensin #pikirku aku pun memutuskan berhenti, dan kupilih jalan kecil didepan koramil untuk meminggirkan dan memakir sepeda ku.

Kisah itu pun terjadi. jeng, jeng, jeng, jeng…… rolling on the floor #lebay

Dari pada nunggu doang, plonga plongo di pinggir jalan, ngelamun.  Aku beranjang berdiri meninggalkan sepeda motor yang terparkir. Tentunya dikunci tenggok dulu, hee… big grin

Ngeluarin sihitam, jalan dipinggir jalan sambil cari momen, yang aduhai..

Eh, disorakin para sopir, “mas, mas, aku foto mas, tak nggaya kro trukku” Tak bales sama senyuman dan sapaan ramahku #ceilleh blushing

ini bapak polisi yang menghampiri aku.

Dibenakku cuman gini aja, lha klo tak foto, trus hasilnya gak memuaskan mereka, aku ya gak penak nuw, lha wong aku iseh belajaran eg yoan. Cuman gayane tok sing expert cool

Tak lanjutkan jalan, dari posisi di tanggul sungai, pindah kepinggiran jalan raya. Posisinya tepat dipinggir jalan raya, yang banyak dilalui orang jalan karena terjebak kemacetan.

Diposisi wuenak itu, aku nyoba belajar street photography. Cieleh opo meneh wi, rung patio paham jane big grin

Jeprat, jepret, jeprat, jepret.,, ketika aku membalikkan badan. Ada bapak-bapak Polisi yang menghampiri diriku.

Mungkin aku dianggap wartawan ya kali itu sama bapaknya, tanpa basa basi, si bapak langsung cerita ke saya yang lugu dan cupu ini. Beliau menceritakan kronologis kejadian kemacetan itu, mulai dari sebab akibatnya, awal waktu terjadinya, lengkap dah, aku pun menyelaraskan pembicaraan dengan beberapa pertanyaan akhirnya big grin

Setelah beberapa menit berbincang dengan bapak Polisi, beliau pun pamit dahulu untuk meneruskan pekerjaannya.

Aku pun sambil menahan tawa sebenarnya kala itu, kan biasanya pak Polisi gak seperti itu kalau menghadapi kemacetan. peace pak big grin

Cerita itu berakhir ketika aku diusir bapak Polisi lainnya, sebenarnya gak diusir sih, mungkin beliau mengira diriku ini kurang kerjaan poto ditengah jalan rolling on the floor

Terima kasih pak sudah mengingatkan diriku ini, dengan mengusirku. big grin

 

Published in #ndobos

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *