Skip to content →

Yuk, Kenalan Sama Fakultas Yang Ada di Kampusku

Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru yang sebentar lagi rilis dari ufuk timur. Kali ini aku akan mengenalkan beberapa fakultas yang ada di kampus Universitas Islam Negeri Sunan kalijaga Yogyakarta.

Sebenarnya sih tujuannya selain memperkenalkan juga sekalian untuk ngerjain tugas di training ICT, hehehe…

Tapi gak apalah biar adik-adikku sekalian tau kalau di UIN-SUKA nama beken kampusku ini, gak cuman fakultas keagaam Islam aja yang ada, tapi ada lagi lainnya.

Yuk, simak.

  • Ilmu Adab dan Budaya
  • Dakwah dan Komunikasi
  • Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
  • Syari’ah dan Hukum
  • Ushuluddin dan Pemikiran Islam
  • Sains dan Teknologi
  • Ilmu Sosial dan Humaniora
  • Ekonomi dan Bisnis Islam
  • Pascasarjana

 

Eits, sementara gini aja dulu ya, nanti insyaallah aku lanjutin, soalnya waktunya udah mepet untuk ngerjain soal ini big grin

#—–# 24/12/2014

Hai, sesuai dengan janji saya kemarin. Kemarin kemarinnya maksudnya big grin, aku kan perkenalkan satu persatu fakultas yang ada di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sumber sebagian besar aku ambil di website utamanya ya. winking

1. Fakultas Ilmu Adab dan Budaya

Fakultas Adab di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta resmi dibuka pada tanggal 12 Oktober 1961 berdasarkan Penetapan Menteri Agama No. 43 tanggal 9 Agustus 1960. Dari tahun 1961 hingga tahun 1970, jurusan yang dibuka hanya Jurusan Sastra Arab, dan pada tahun akademik 1970/1971 mulai dibuka Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam.

Pada tahun 1974, berdasarkan hasil Rapat Kerja Pengembangan Kurikulum di Cipayung, Jurusan Sastra Arab diperluas menjadi Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, sedangkan Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam tetap tidak mengalami perubahan. Karena tuntutan kebutuhan masyarakat, maka fakultas Adab dan Ilmu Budaya berusaha mengembangakan diri dengan membuka beberapa program studi baru. Sampai sekarang ini Fakultas Adab  dan Ilmu Budaya telah memiliki 5 (lima) jurusan/program studi, yaitu:

  1. Bahasa dan Sastra Arab (BSA)
  2. Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI)
  3. Ilmu Perpustakaan dan Informasi (IPI/S1)
  4. Perpustakaan dan Informasi Islam (PII/D3)
  5. Sastra Inggris

2. Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Fakultas Dakwah berdiri pada tanggal 30 September 1970 dengan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 254 tahun 1970. Sebelumnya Fakultas Dakwah adalah salah satu jurusan pada Fakultas Ushuluddin. Fakultas Dakwah memiliki visi: membangun dan mengembangkan ilmu pengetahuan dakwah dalam suasana tradisi akademik (keilmuan), berperan aktif membangun peradaban masa depan yang lebih baik, yang Islami, menuju Indonesia Baru yang Madani. Adapun misi yang diemban oleh Fakultas Dakwah adalah menyiapkan sarjana yang visioner dengan kompetensi ilmu dakwah yang sadar berkarya untuk Islam, kemanusiaan, bangsa dan negara, dengan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Untuk mewujudkan visi di atas, Fakultas Dakwah telah berupaya mempersiapkan segala perangkat yang diperlukan, antara lain dengan pengembangan sarana fisik dan non fisik yang telah, sedang dan akan terus dilaksanakan. Bahkan sejak tahun 2000 Fakultas Dakwah telah melengkapi diri dengan laboratorium dakwah di bawah pengelolaan Pusat Pengembangan Teknologi Dakwah (PPTD) yang dilengkapi dengan sarana untuk program siaran televisi, studio radio yang telah melakukan siaran dengan nama RASIDA (radio siaran dakwah), grafika (sablon, fotografi dan computerized desain grafis) dan Biro Konseling “Mitra Ummah”. Semua itu dimaksudkan untuk memeprsiapkan agar alumni Fakultas Dakwah tidak gagap teknologi, bahkan telah siap untuk menjalani era millenium ketiga ini.

Pada waktu didirikan Fakultas Dakwah belum memiliki jurusan. Baru pada tahun akademik 1976/1977 fakultas ini membuka dua jurusan, yaitu jurusan “al-Milal wa al-Nihal” dan Jurusan “Al-Tabligh Wa al-Nasyr” yang kemudian disempurnakan menjadi jurusan Penerangan dan penyiaran Agama (PPA) dan jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Masyarakat (BPM).

Seiring perkembangannya, Fakultas Dakwah saat ini memiliki empat jurusan dengan kompetensinya masing-masing, yaitu:

  1. Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)
  2. Bimbingan dan Konseling Islam (BKI)
  3. Pengembangan Masyarakat Islam (PMI)
  4. Manajemen Dakwah (MD)
  5. Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS)

3. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Keberadaan Fakultas Tarbiyah sebagai pendiri pendidikan tinggi Islam di Indonesia tidak terlepas dari munculnya Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri [State College Studi Islam] (PTAIN) yang didirikan di Yogyakarta pada 14 Agustus 1950 berdasarkan Peraturan Pemerintah No 34/1950. Meskipun kuliah ini berada di bawah pengawasan Departemen Agama Republik Indonesia, operasional perguruan tinggi ini dilakukan bersama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia berdasarkan tingkat menteri No K/I/14641/1951 dan No . 28665/Kab/1951. Sekolah ini memang dimaksudkan untuk mempersiapkan tenaga terampil di ajaran Islam untuk memenuhi kebutuhan intelektual masyarakat dan negara karena penduduk Muslim merupakan mayoritas.

Sejalan dengan perkembangan PTAIN, pada 1 Januari 1957 Akademi Dinas Ilmu Agama,     [State College of Islamic Science] (Adia) didirikan di Jakarta berdasarkan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1957. Akademi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas guru Islam untuk sekolah menengah.

Pada dekade pertama baik PTAIN dan Adia tumbuh dan berkembang secara dramatis. Dalam rangka meningkatkan kontrol kualitas institusi secara integral, PTAIN dan Adia digabung menjadi lembaga baru bernama Institut Agama Islam Negeri [State Institute for Islamic Studies] pada 24 Agustus 1960 berdasarkan tingkat pemerintah No 11/1960. Lembaga ini terletak di Yogyakarta memiliki empat fakultas, yaitu Tarbiyah dan Adab di Jakarta dan Syari’ah dan Ushuluddin di Yogyakarta. Berdasarkan derajat No 26/1965 pemerintah, IAIN Yogyakarta diberi nama IAIN Sunan Kalijaga, nama berasal dari pengkhotbah Islam yang beredar di Indonesia yang memiliki kewenangan untuk melaksanakan semua empat fakultas di Yogyakarta.

Sekarang Tarbiyah sebagai salah satu fakultas terkemuka di IAIN Sunan Kalijaga memiliki empat departemen, yaitu, Pendidikan Agama Islam [Islam Pengajaran], Pendidikan Bahasa Arab [Bahasa Arab Pengajaran], Kependidikan Islam [Pendidikan Islam], dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah(Pendidikan Guru MI)

4. Fakultas Syari’ah dan Hukum

Berdirinya Fakultas Syari’ah dan Hukum (dulu Fakultas Syari’ah) tidak dapat dilepaskan dari adanya keinginan umat Islam Indonesia untuk memiliki lembaga pendidikan tinggi Islam sejak jaman kolonial. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, pada bulan April 1945 diadakan pertemuan antara berbagai tokoh organisasi Islam, ulama dan cendikiawan. Dalam pertemuan itu dibentuklah panitia Perencana Sekolah Tinggi Islam yang diketuai oleh Drs. Moh. Hatta.

Pada mulanya pembentukan PTAIN, sesuai peraturan pemerintah No. 34 tahun 1950, membuka tiga jurusan, yaitu jurusan Qadla, Tarbiyah dan dakwah yang bertahan hingga Sembilan tahun. Kemudian terjadi peleburan PTAIN dan digabungkan dengan Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) milik Departemen Agama yang didirikan di Jakarta sesuai Penetapan Menteri Agama No. 43 tahun 1960 menjadi Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) al-Jami’ah al-Islamiyah al-Hukumiyah, dan diperkuat dengan Peraturan Presiden RI No. 11 tahun 1960. Dalam penetapan itu dinyatakan bahwa IAIN mempunyai empat Fakultas, yaitu Fakultas Syari’ah dan Fakultas Ushuluddin yang bertempat di Yogyakarta, serta Fakultas Tarbiyah dan Adab bertempat di Jakarta. Fakultas Syari’ah tersebut merupakan pemekaran dari Jurusan Qadla (Peradilan Agama Islam) yang kemudian berkembang menjadi Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga sekarang ini.

Memiliki Jurusan dan Prodi :

  1. Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga Islam)
  2. Jinayah Siyasah (Hukum Pidana dan Politik Islam)
  3. Mu’amalah (Hukum Bisnis Islam)
  4. Perbandingan Madzhab dan Hukum
  5. Keuangan Islam
  6. Ilmu Hukum

5. Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Fakultas Ushuluddin resmi dibuka bersamaan dengan peresmian IAIN Al-Jami’ah pada tanggal 24 Agustus 1960. Berdasarkan penetapan menteri agama nomor 43 tahun 1960 pasal 4 ayat 1, dan Peraturan Menteri Agama Nomor 5 tahun 1963 Bab I Pasal 4, fakultas Ushuluddin memiliki empat jurusan, yaitu: a) Jurusan Dakwah, b) Jurusan Tasawwuf, c) Jurusan Filsafat, dan d) Jurusan Perbandingan Agama.

Dalam perkembangannya, jurusan Tasawwuf ditutup karena kurang diminati. Pada tahun 1970, jurusan Dakwah ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Dakwah, sehingga Fakultas Ushuluddin hanya memiliki dua jurusan, yaitu Perbandingan Agama dan Filsafat. Tahun akademik 1982/1983 dibuka Program Studi Teologi Islam, namun tidak berumur panjang. Tahun akademik 1989/1990, Fakultas Ushuluddin mendapat tambahan jurusan Tafsir-Hadis yang semula merupakan salah satu jurusan pada fakultas Syari’ah. Seiring perkembangan zaman, Fakultas Ushuluddin menambah lagi satu Program Studi, yaitu Program Studi Agama dan Masyarakat yang kemudian berubah nama menjadi Program Studi Sosiologi Agama. Dengan demikian, Fakultas Ushluddin saat ini memiliki empat Jurusan/Program Studi, yaitu:

  1. Filsafat Agama
  2. Perbandingan Agama
  3. Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
  4. Sosiologi Agama

6. Fakultas Sains dan Teknologi

Fakultas Sains dan Teknologi resmi dibuka seiring dengan perubahan IAIN Sunan Kalijaga menjadi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2004 -2005. Dengan mencanangkan konsep ZIKR (Zero based, Iman, Konsisten dan Result oriented) sebagai orientasinya. Fakultas Sains dan Teknologi membuka enam program studi ditambah empat program studi yang sebelumnya berada di Fakultas Tarbiyah, yaitu:

  • Matematika
  • Fisika
  • Kimia
  • Biologi
  • Teknik Informatika
  • Teknik Industri
  • Pendidikan Matematika
  • Pendidikan Kimia
  • Pendidikan Biologi
  • Pendidikan Fisika

Mahasiswa program studi Matematika, selain memperdalam ilmu-ilmu matematika juga dibekali dengan kemampuan pemrograman komputer sebagai respon terhadap tuntutan kebutuhan pengembangan dan penerapan teknologi. Program studi matematika didukung dengan laboraturium pustaka (analisis, aljabar, statistika dan terapan), laboraturium komputasi dan teknoklas. Dengan memadukan matematika dan keislaman serta sosial-kemanusiaan, kurikulum program studi matematika dapat dimanfaatkan dalam bidang illmu falak, ekonomi syari’ah serta semua sektor yang memerlukan aplikasi ilmu matematika.

Program studi Fisika juga didukung dengan alat-alat yang canggih dalam laboraturium fisika dasar, fisika komputasi, laboraturium atom dan inti, laboraturium elektronika, laboraturium instrumentasi dan laboraturium unggulan, yaitu astrofisika yang merupakan penggabungan laboraturium fisika dan ilmu falak.

Program studi Kimia dilengkapi dengan laboratorium dengan instrumen terbaru, yaitu laboraturium pendidikan (terdiri atas Kimia Dasar, Kimia Organik, Kimia Analitik, Kimia Fisika, Kimia Anorganik dan Biokimia), laboraturium reseach, laboraturium kimia komputasi dan laboraturium kimia instrumentasi.

Program studi Biologi dilengkapi dengan laboraturium biologi dasar, zoologi, botani, embriologi, kultur jaringan, mikrobiologi serta laboraturium yang terpadu. Dengan kemampuan yang professional yang diintegrasi-interkoneksikan dengan keislaman dan sosial kemanusiaan, lulusan program studi ini dapat berkarya dibidang rekayasa genetika, kesehatan lingkungan, auditor bidang industri serta berpeluang menjadi enterpreneur.

Program studi Teknik Industri dirancang untuk menghasilkan lulusan yang professional bidang tekbik industri terpan, didukung oleh kemampuan bidang teknik informasi yang baik, dan memiliki landasan keislaman dan sosial kemanusiaan yang memadai. Kurikulum program studi ini menitik-beratkan kepada aplikasi bidang teknik industri terapan pada dunia industri, khususnya industri mikro, kecil dan menengah; kemampuan enterpreneurship, analis sistem pada industri manufaktur dan jasa, serta pemanfaatan teknologi informasi pada bidang industri. Program studi teknik industri didukung dengan fasilitas laboraturium dalam bidang integrated manufacturing , decision support dan operation optimation.

Program studi Teknik Informatika hadir dengan tujuan mencetak sumber daya manusia yang unggul dalam integrasi-interkoneksi keilmuan teknik informatika dan keislaman serta sosial kemanusiaan. Kompetensi inti dari program studi ini adalah penguasaan dan penerapan teknologi informasi dalam bidang decision making, operation dan advanced application development. Fasilitas pembelajaran untuk program studi ini adalah state of art dari hasil kemajuan teknologi informasi seperti fiber optic connection, cyber campus, Wi-Fi, mobile-technology, advance laboratory, maupun perangkat ITC ( information and communication technology )

7. Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora

*Iki fakultas ku jeh B|

Transformasi dari IAIN ke UIN mensyaratkan adanya Fakultas Umum (non agama). Salah satu Fakultas Umum tersebut adalah Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, yang pendiriannya berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Nomor 206 Tahun 2005 tentang Izin Penyelenggaraan Program-Program Studi Jenjang Strata Satu (S1) pada Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Akhirnya, pada tahun 2005 secara resmi diselenggarakanlah Program Studi PSikologi, Program Studi Sosiologi, dan Program Studi Ilmu Komunikasi yang disatukan dalam satu fakultas.

8. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

SK Dirjen Pendis No. 522 tentang Pembukaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dari Dirjen Pendis tanggal 21 Maret 2012, dan Rektor UIN Sunan Kalijaga menjalankan SK ini dengan pertama-tama menetapkan pengelola FEBI (sementara sambil menunggu SOTK UIN Sunan Kalijaga dari Menpan) dari yang terdiri dari: Pjs Dekan (Dr. Ibnu Qizam, SE, M.Si., Ak), Pjs Pembantu Dekan (Dr. Misnen Ardiansyah, M.Si.), dan Dua Pjs. Ketua Program Studi, yaitu Pjs. Ketua Program Studi Ekonomi Syari’ah (M. Ghafur Wibowo, SE, M.Sc.), dan Pjs. Ketua Program Studi Perbankan Syari’ah (Joko Setyono, SE, M.Si.) untuk menyongsong penerimaan mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2012/2013 pada dua program studi, yaitu Ekonomi Syari’ah dan Perbankan Syari’ah melalui jalur-jalur penerimaan yang sudah ada di UIN Sunan Kalijaga yang sudah ditetapkan.

9. Program Pascasarjana

Mulai tahun 2001/2002 Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga menerapkan Kurikulum Terpadu S2/S3. Sistem yang dipakai penuh, setiap mahasiswa bebas memilih matakuliah yang ditawarkan dengan memenuhi jumlah SKS yang telah ditetapkan.  Seiring dengan transformasi UIN berdasarkan Keppres No. 50 tanggal 21 Juni 2004, lembaga ini juga berubah menjadi Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.

Delapan fakultas ditambah satu program Pascasarjana itulah yang melengkapi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai instansi pendidikan tinggi negeri yang mengedepankan konsep integrasi dan interkoneksi keilmuan umum dan agama.

Informasi lebih lanjut, bisa diakses di uin-suka.ac.id dan pilih link homepage fakultas masing-masing. Namun, sayang sekali ada beberapa fakultas yang websitenya tak terawat dengan baik, termasuk website fakultas saya sendiri. #mewek crying

Dengan adanya postingan ini juga, semoga website yang belum diupdate akan segera diupdate dan akan memberikan kesan tersendiri bagi calon mahasiswa yang akan mencari ilmu di UIN-SUKA. dan mungkin jika kesulitan cari orang untuk maintenance website beberapa fakultas itu, bisa hubungi saya kok, xixixix… #PD big grin

Nanti kalau ada waktu (sebenarnya sih pasti ada, cuman antara males dan kagak gitu aja big grin) akan saya update lagi dengan tambahan beberapa foto.

Published in #ndobos

2 Comments

  1. Wina Wina

    skripsinya harus pakai bahasa arab atau boleh pakai bahasa indonesia?

    • tergantung jurusannya apa mbak untuk masalah bahasa di skripsi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *