Skip to content →

Ramadhan Pertama : Gagal Dapat Takjil

Ramadhan tahun ini berbeda sekali dengan ramadhan tahun sebelumnya. Tentulah karena saya gak dirumah, masih mencari “HIDAYAH” di kota Yogyakarta. Sebenarnya kalaupun mau pulang sih udah bisa, cuman masih ada beberapa kegiatan dan kerjaan yang kupikir bisa fokus kalau dikerjakan disini, akhirnya aku urungkan niat untuk pulang dulu. Meskipun sebenarnya sudah kangen lihat kondisi rumah seperti apa saat ini.

Dua hari yang lalu, tepatnya malam satu Ramadhan atau terawih pertama, aku memang sudah niat melakukan ibadah itu di masjid Gedhe Kauman. Maksud hati untuk melihat suasananya seperti apa sih terawih pertama di tengah kota yang banyak pendatang dari luar kota ini.

Sesudah mojok di salah satu sudut Wifi Corner Telkom dekat Pojok Benteng Kraton, aku buru-buru kembali ke kos untuk ganti pakaian yang lebih baik karena waktu yang sudah sore menjelang maghrib, aku putuskan langsung ganti baju dan wudhu tanpa mandi sore, hehehe… big grin

Setelah sholat maghrib, langsung berangkat ke lokasi masjid yang berada di barat alun-alun utara kraton itu. Menurut pantaunku saat itu, jalanan lebih lengang dikit, daripada biasanya. Mungkin semua orang pada berebut slot karpet di masjid kali ya..

Seperti ramadhan tahun-tahun sebelumnya, dimanapun itu (mungkin) dihari pertama pasti seluruh bagian masjid akan terpenuhi oleh jamaah. Itupun juga terjadi di masjid Gedhe Kauman. Meskipun tak meluber sampai diluar serambi depan, namun jamaahnya lumayan sangat banyak dibandingkan kondisi ketika sholat Isya’ dihari biasa. Ketika itu saya lihat sampai serambi depan penuh jamaah putra dan putri (paroan).

**Video ceramah ketika malam 1 Ramadhan 1436 H di masjid Gedhe Kauman. Video copyright Ceramah Islam Youtube.

Memasuki hari pertama berpuasa, sahur kali ini aku harus keluar, tidak seperti ketika di rumah selalu disediakan di atas meja dapur big grin

Hari pertama puasa tanggal 18 Juni kemarin itu, merupakan hari spesial juga bagi Ibuku, beliau merayakan ulang tahunnya yang ke-52 tahun. Semoga di hari yang penuh berkah ini, ibu diberi kesehatan, lapang, semakin sayang dan disayang bapak serta putra-putrinnya. I Love U mom kiss

Keluar bukan berarti aku hanya keluar cari makan sahur, karena masih penasaran dengan situasi puasa di Jogja maka aku sekalian Shubuhan di salah satu tempat. Aku pilih masjid Gedhe kauman lagi.

Disambut udara yang masih dingin ketika itu, pukul 03.00 WIB lebih beberapa menit, aku mulai keluar dan tujuan pertama mencari warung makan. Masih mudah kala itu mencari warung makan, disekitar kampus UIN pun masih banyak warung yang buka ketika itu, mungkin karena masih banyak mahasiswa yang tinggal dan belum mudik ke daerah asal bagi pedagang yang dari luar kota.

Sampai akhirnya tiba di masjid Kauman, situasinya menurutku juga ramai, tapi lebih sepi daripada ketika sholat Terawih kemarin malamnya.

Beberapa jam kemudian . . . .

Rutinitas seperti biasa, karena gak ada jadwal ngampus, karena udah habis. Maka jadwal yang ada mojok di Wifi Corner.

Sore hari telah tiba, kira-kira pukul16.30 WIB aku beranjak untuk pulang ke kos dan berniat mandi, serta merencakan agenda berburu takjil. Ketika itu ada dua pilihan pertama buka di masjid Gedhe Kauman dan terawih di masjid Kampus UGM, atau buka dan terawih di masjid Kampus UGM.

Di hati ada niatan pengin banget merasakan takjil itu rasanya seperti apa. Apalagi takjil di Jogja gitu. Apa takjilnya Gudeg semua atau berbeda-beda menunya. drooling

Akhirnya aku putuskan untuk berburu takjil ke masjid Gedhe Kauman. Sesampainya disana…

eng, i eng,,, surprise

Serambi Masjid Gedhe Kauman
Penuh sesak!

Serambi masjid sudah penuh dengan orang, sangat penuh. Parkiranpun di sayap selatan dan utara juga penuh sampai meluber keluar pagar masjid.

Ketika itu masih ada sedikit harapan di dalam hati untuk mendapatkan takjil di masjd itu. Ngarep banget lah pokomen big grin

Waktu itu, aku tinggal lihat situasi, motret sana sini bak wartawan tapi gadungan, hehehe…

Lha kok, pas merapat ke tempat takjil, takjil udah habis. #jleb

Harapan hari pertama untuk menikmati takjil sirna sudah. Akhirnya aku putuskan angkat kaki dari tempat itu, karena sudah penuh maka aku pilih sholat Maghrib di masjid lain, dan berbuka di pinggir Indomaret. sigh

Terus, tak lanjutin ke UGM untuk sholat tarawihnya. Pembicara waktu itu pak Amin Rais, nanti tak upload kalau ada video, atau audio recordnya.

Ok udah ya, maaf kalau kurang foto big grin

 

Published in #ndobos

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *