Skip to content →

Banyak Cerita di 1/2 Semester 3 Ini

**Heleh,,, itu judulmu sok-sokan banget. Apa gak ingat sudah berapa lama kamu gak nulis? Meskipun hanya cerita ngawur di tempat ini. Jangan sok deh, coba lihat arsip mu tuh dihitung pakai rumus phytagoras sudah berapa lama?”, ujar mbah sujemb

Eee,,, eehhh,,, eemmm,,, ahh,,,, tapi mbah, Juni lalu kan nulis cerita juga mbah. Panjang juga lo mbah, ceritanya. Sampai-sampai anunya mbah itu kalah panjang tongue

**Leh, leh. anu, anu angry

Itu lo mbah, anune njenengan engkang wingi nembe di panen, engkang abrit pedes niku,, Lombok mbah, lombok. cabe, cabe. . . . .an happy”, ngendikane engkang nulis.

**Kok ijek ngeles barang, iku lak diitung enek petang abad awakmu ki ra nulis le, cah bagus. Lebih banyak cerita yang kamu sembunyikan dari jagat dunia ini. Terus ceritanya kamu bagi dengan siapa nak? Heh? Ngene kie, si mbah sing sering merhatikne kowe ra tau mbuk ceritani.”, si mbah mulai marah.

Ceritanya kan banyak kubagi cuman dengan dia mbah #heh? big grin
Anu mbah, maklum lah, ketika itu aku lagi galau-galaunya mbah. Makluk ganteng tur bagus seperti saya ini, yang sering tergoyahkan imannya karena situasi dan keadaan, maka perlu sering-sering bermunajad ke pada yang Maha Esa mbah. Ya kan? Jadinya aku jarang cerita, jarang nulis, jarang sms kamu juga mbah,” alibine cah bagus

Pye mbah menurutmu?

**Yo,, yo,, yo,, mbah paham. Tapi jarene blogger. Kok ra tau nulis tongue

Kan, blogku ra cuman iki tok mbah, weg tongue smug #soksombong #takusahpercaya

Hai, kiss
Jangan dianggap serius tulisan diatas itu yah, cuman sebagai pembuka tulisan basi ini aja kok. Jangan dimasukkan hati, apalagi di masukkan di dalam dompet. Gak perlu!

Tapi, kalau hatimu masih kosong, gak usah bingung, boleh kok masukin cah bagus yang nulis kisah ini #kalaumuatsih straight face Atau kalau udah gak muat, boleh kok masukin foto cah bagus ini ke dalam dompetmu. Bingung atau malu minta langsung? Cukup download disini – linkbig grin

Hehehe,,, udahlah. Lanjut ke cerita.

Memang perputaran waktu tidak bisa dirasakan, terutama pada semester ini, gak terasa kemarin baru selesai ujian tengah semester, pertanda bahwa sudah kuarungi separuh perjalanan di tingkat ini. Sementara masih banyak target yang belum ku selesaikan semuanya crying

Di tahun ajaran ini, aku putuskan untuk pindah basecamp (pindah kost -red), dulu waktu awal ngampus sebenarnya tidak ingin pindah-pindah. Dulu pengin udah ditempat itu saja gak usah cari lainnya, di nyaman-nyamanin aja. Namun, keadaan berbicara sebaliknya. Kebutuhan untuk pindah muncul ketika menginjak setengah semester dua, ada beberapa hal yang sangat urgent yang mendasari itu. Meskipun untuk pindah harus menemukan tempat baru yang tidak hanya sesuai dengan diriku sendiri, namun juga harus sesuai dengan kedua orang tuaku, khususon ibuku.

Yah, memang saya kelihatan anak mamah banget. Tapi semua itu dilakukan orang tua demi anaknya juga kan, pasti ada hikmah dibalik itu. Aku dulu menargetkan tempat baru yang listrik stabil, koneksi tercukupi dan harga tetap murah. Namun, ibuku punya kriteria sendiri. Ketika itu sebenarnya sudah survei ketempat yang aku booking sebelum puasa kalau ndak salah.

Eh, la da lah. Sampai disana, ibuku mantuk-mantuk ae, tanda setuju, namun lama-kelamaan ada tanda-tanda yang membuat aku curiga atas ketidak nyamaan ibuk melihat tempat yang ku targetkan itu. Akhirnya gak tak teruskan deal, dan mencari tempat lain yang sesuai dengan ibuk.

Survei ketempat itu terjadi akhir bulan Juli sehabis lebaran H+7 kalau tak salah. Karena mendapatkan hasil hampa akhirnya pulang lagi ke Jawa Timur, meskipun pamit ke pemiliki kost lama ada rasa gimana gitu, karena cuman sehari saja disitu dan aku ikut pulang lagi.

Karena hasrat ingin pindah basecamp sudah menggebu-gebu, aku terus cari tempat baru, meskipun orang tua terutama bapak memberi saran tetap di tempat itu saja jika tidak menemukan tempat baru, aku gak putus asa mencari-cari lewat para broker yang tersebar bebas di dunia maya.

Ketemulah tempat, bangunannya baru, meskipun kelihatan kecil dari luar, namun agak jembar di dalamnya. Tapi, harganya beda lebih dari tempat lama. Dengan agak ndredek tak perlihatkan fotonya ke ibuk. beliau pun menganggukkan tanda setuju, dan esoknya aku survei langsung ke tempat itu sedirian.

big grin

Tentu ketika kita tinggal di rumah yang mendapat julukan “kost” atau “kontrakan” pasti sering berinteraksi dengan namanya orang yang punya. Entah bapak, ibu, mbak, mas atau anaknya bahkan keluarganya. Ketika di tempat baru ini pun aku juga berinteraksi dengan yang punya #tentulah. Citra seorang pemiliki “kost” atau “kontrakan” terkadang sangat menakutkan, terutama pada jadwal akhir jatuh tempo pembayaran sewa rolling on the floor

Pemilik tempat baruku namanya Mbah Muhdiwiyono, beliau seorang mbah putri #tentunya yang tinggal sendirian menjaga tempat kost dan kontrakan yang beliau dan putranya miliki. Meskipun sendirian, disekitar lokasi tempat tinggalnya semuanya masih dalam urutan keluarga dekat, jadi beliau sama saja bisa dibilang tidak tinggal sendirian big grin

[fotonya kapan-kapan menyusul, belum sempat kepotret]

Mbah ini, sangat menghindari namanya konflik dengan orang lain. Terlihat ketika pertama bertemu, waktu saya survei dengan si broker dan memberikan uang muka. Si mbah, tidak komentar banyak, dan lebih menyerahkan sepenuhnya kepada si broker. Aku bercletuk dengan sedikit nada bercanda,”Mbah njenengan kok pasarah sanget, niki kan bangunanipun njenengan”. Si mbah hanya tersenyum, si broker pun meneruskan pembicaraan lain dan menambahkan kalau si mbah sudah percaya dengan si broker.

Berlanjut ketika saya datang dengan ibuk untuk segera memindahkan barang dari kost lama, pada suatu waktu ibuk berbincang dengan si mbah. Si mbah malah cerita semuanya, terutama tentang siapa broker itu sebenarnya dan orang-orang yang tinggal di sekitar sini. Bahkan beliau juga cerita mengenai hutang untuk membangun kontrakan dan kost yang dimilikinya #bukakkartumbah rolling on the floor

Memang pada umumnya jika ada tamu, pemilik kost selalu repot. Entah memberikan makan, jajan, minum atau fasilitas lainnya. Dulu di kost lama juga begitu, ketika ibukku datang, beliau juga mempersiapkan hal semacam itu. Di kost baru ini juga begitu, sehingga hal tersebut tidak membuat aku kaget.

Namun, yang membuat aku terheran, si mbah pemilik kost yang baru tak tempati ini tetap ngirim makanan berat ataupun jajan ke kamarku, meskipun ibuk sudah kembali pulang ke Kertosono. Minggu-minggu pertama aku merasa sungkan. Lha ternyata sampai Minggu ketiga si mbah tetap ngirim dan tak tanyai hanya jawab “halah, ra repot yo ben kono”

makanan sederhana
Ini beberapa makanan yang pernah saya terima dari si mbah.

Sampai sekarang pun si mbah tetap memberi aku makanan berat atau pun jajan. Yang sering dua sampai tiga kali dalam seminggu. Pernah suatu ketika pagi hari beliau mendapat kiriman dari putranya, dengan alasan sudah sarapan beliau mengetuk pintu kamarku dan memberikan kiriman itu padaku, hehe… #rezekianaksholeh big grin

Pernah juga aku di gratiskan bayar listrik bulanan pada bulan kedua, mungkin gara-gara aku pernah ngubek-ngubek rumahnya untuk membenarkan instalasi listrik yang mati ketika itu. thinking

Semoga segala kebaikan si mbah dapat dibalas oleh Allah S.W.T, rezekinya semakin barokah dan diberi kelapangan dalam segala urusannya. Amin.. angel

Dari pindahan ini, alhamdulillah beberapa sumber rezeki baru bermunculan (selain rezeki selalu dapat anteran makanan big grin), mulai 2015 ini aku punya target pengin serius lagi mempelajari fotografi. Dari situ aku sedikit nekat mengumpulkan beberapa perlengkapan untuk belajar.

Yah memang perlengkapanku bisa dibilang cukup, namun jujur skillku masih cetek banget. Ini yang perlu terus tak asah. Aku pengin menguasai teknik lighting, tujuannya tentu menciptakan foto-foto glamour dan sebagainya itu. Semoga, keinginan ini bisa tercapai dengan terus belajar dan belajar happy

Alhamdulillah, mulai awal Agustus tahun ini ada orang yang kontak aku untuk diajak dokumentasi kegiatan dan mengerjakan beberapa projek yang ada kaitannya dengan foto. Niatan awalku meng”iya”kan ajakan itu yang pertama supaya bisa bermanfaat untuk orang lain,  yang kedua tentunya untuk belajar dan belajar. Jika dibelakang itu ada hal lain yang tiba-tiba menghampiri tanpa aku meminta jadi itu memang sudah rezekiku.

Yang mengajak pertama kali, beliau salah satu karyawan tetap Indosiar di Yogyakarta. Beliau lulusan kampusku juga, serta ikut UKM yang sekarang aku ikuti. Memang di beberapa kegiatan kita sering ketemu karena beliau juga sering mengisi, namun belum akrab ketika di kegiatan itu.

Beliau menghubungi aku ketika itu ada take video untuk promosi UKM di depan rektorat. Mungkin beliau mendapatkan kontakku dari seniorku di UKM (saya ucapkan terima kasih banyak, buat kakak yang sudah share kontakku hee hee

Ini lagi sok sibuk ngerjain foto dokumentasi Festival Gerobag Sapi Sleman “Pangrekso Andhini Karyo”

Selain itu ada beberapa kegiatan yang meminta untuk saya dokumentasikan, alhamdulillah tambah bermanfaat untuk orang lain dengan berbekal peralatan fotografi yang saya punyai. Pada suatu ketika karena perbincangan di basecamp salah satu developer website, saya dapat penawaran take foto di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Tantangan itu saya terima, perhitungan saya sebagai bekal belajar lebih seirus lagi dengan terjun langsung ke lapangan yang lebih “wau!”. Sebab saya memang pengin konsentrasi pada jenis corporate photography.

Beberapa bulan ini, saya semangat lagi mencari info kontes/perlombaan, sebagai tempat nambah ilmu baru dan kenalan baru. Dalam rangka ikut kontes, ada cerita ketika itu pengin banget ambil foto di kawasan kraton Solo, dan kebetulan ada event grebek malam satu suro yang selalu mengeluarkan kebo bule kraton untuk diarak keliling kota Surakarta.

Saya sudah mempersiapkan berangkat sejak pagi, dan siap dengan beberapa gear yang saya rasa dibutuhkan. Keliling mencari beberapa tempat yang pengin saya abadikan serta mencari info mulai jam berapa arak-arakan itu dimulai.

Ternyata perayaannya dimulai tengah malam, sedangkan ketika itu baterai kamera sudah menipis banget. Cadangan bawa, namun grip atau rumah baterainya gak tak bawa. Dengan rasa hampa, akhirnya saya putuskan untuk kembali ke Yogyakarta. Mungkin saya belum mendapat restu untuk mengambil beberapa gambar pada acara itu crying

Baru seminggu yang lalu pagelaran ujian tengan semester selesai di selenggarakan, perasaan kurang sreg masih sangat menempel di benak ini. Bagaimana tidak, saya merasa FAIL!!! menghadapi ujian kali ini. Meskipun nilai belum keluar. Entah dipikiran terasa kosong ketika menghadapi beberapa soal matakuliah. Pola belajar sebenarnya hampir sama dengan semester pertama dan kedua lalu, namun mungkin aku kurang greget lagi belajarnya, hehe.. big grin

Begitulah beberapa cerita pada setengah semester ini, ada yang bisa tak ambil pelajaran dari renungan yang saya lakukan #lebay big grin

Alhamdulillah,, ada sumber rezeki baru yang mulai bermunculan lagi. Rezeki disini tak hanya konsep materilistik saja atau uang. Benar kata pak ustadz yang mengisi pengajian malam tahun baru waktu itu. Beliau mengatakan, “Boleh kita meminta pada Allah, dan sangat diwajibkan kita meminta pada Allah, selalu berdo’alah meminta rezeki yang jembar jangan meminta banyak tok, tapi juga jembar (luas). Kalau banyak itu bisa saja cuman satu arah atau satu sumber. Tapi kalau jembar (luas)? Bisa dari mana saja mas… laughing

Beliau dulu juga mencontohkan,”Contohnya saya mas, saya selalu meminta rezeki yang jembar ketika berdo’a tidak rezeki yang banyak. Alhamdulillah, saya ini seharianya cuman ceramah seperti ini bisa menyekolahkan anak-anak saya, dan kemarin itu ada yang memberi saya mobil laughing”, kelakar bapak ustadz.

Begitulah kata pak ustadz ketika itu, dan mulai tahun baru aku terapkan amalan yang tak dapat dari beliau. Alhamdulillah, asalkan istiqomah dan yakin bisa membuahkan hasil big grin

Semoga dengan semakin banyaknya jalan rezeki yang kita peroleh (baik saya maupun kamu, iya kamu), kita juga semakin banyak jalan untuk beramal dan membantu sesama umat manusia, tak hanya umat satu agama. Amin. . . winking

 

 

 

 

 

Published in #ndobos

2 Comments

  1. Weh wis update, aku ya kudu update ki… tongue laughing

    • Whahaha,,, ayo.. ndang mas, updatetane sampean kudu cetar membahana big grin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *