Skip to content →

Sembilan Desember Dua Ribu Lima Belas

Hari ini perhelatan (yang bisa di bilang akbar) digelar, perhelatan pemilihan daerah serentak yang diselenggarakan di 269 daerah yang terdiri atas 9 provinsi, 36 kota, dan 224 kabupaten. Meskipun tidak semua daerah menyelenggarakan event ini, namun daerah lain tetap menerima dampaknya, dampak libur nasional.

Kota Surakarta atau sering diingat orang dengan nama Solo, merupakan salah satu kota yang menghelat pemilukada tahun ini. Pasangan Pak Anung Pak Fajri dan Pak Hadi Pak Purnomo merupakan dua kandidat yang bertarung memperembutkan kursi Surakarta satu dan Surakarta dua.

Foto kedua calon walikota dan wakil walikota menyambut kedatangan saya di TPS 8 desa Manahan Kota Surakarta. Saya tiba di lokasi kurang lebih pukul 06.00 WIB. Situasi ketika itu sudah diisi dengan kesibukan para petugas KPPS yang mempersiapkan segala keperluan untuk menjamu para pemilih.

Kontributor Quick Count MetroTV dan Charta Politica IndonesiaMaksud kedatangan sebagai kontributor quick count untuk MetroTV yang bekerjasama dengan Charta Politika Indonesia saya jelaskan kepada ketua KPPS dan beberapa anggota yang ada. Kartu identitas dan surat tugas saya tunjukkan untuk memperkuat kebenarannya. Memang awalnya ada anggota KPPS yang menganggap bahwa kedatangan saya sebagai delegasi dari salah satu partai pendukung calon walikota dan wakil walikota.

Tepat pukul 07.00 WIB, seluruh petugas KPPS dikumpulkan oleh Ketua KPPS untuk berdo’a bersama disambung dengan pengucapan janji sebagai petugas KPPS dilanjutkan dengan pembukaan kotak suara untuk pengecekan surat suara serta pembuktiaan bahwa kotak suara dan seluruh kartu yang berada di dalam masih tersegel dari KPU. Selang beberapa menit, semua petugas bergerak ke tempat masing-masing untuk melaksanakan tugas yang diembannya.

Sambil menunggu penghitungan surat suara yang dilakukan siang harinya untuk saya laporkan ke server pusat, saya ngobrol dengan beberapa petugas, saksi dari parpol maupun bawaslu dan mengabadikan beberapa momen yang saya nilai bagus untuk dibuat laporan.

“Mas selama bertugas sebagai petugas KPPS, biasanya di TPS ini selalu ramai sejak pagi lo mas soalnya DPT disini paling banyak di Manahan, banyak warga yang berombongan untuk memilik sejak pagi. Tapi sekarang, mas lihat sendiri, masih sepi mas”, celetuk pak Said dengan bahasa Jawa medoknya.

Pernyataan pak Said itupun saya sambung dengan beberapa pertanyaan lain, termasuk ketika pemilihan capres beberapa tahun lalu dan pemilihan walikota ketika zaman pak Joko Widodo. Ternyata antusiasme warga Manahan terutama yang masuk dalam DPT di TPS 8 sangat tinggi. Sejak pagi mereka sudah berbondong-bondong mengajak sanak keluarganya untuk segera memilih ke TPS. Sebab, mereka percaya dengan kandidat calon walikota dan calon presiden ketika itu.

Kurangnya antusiasme warga yang terjadi ketika itu pun saya kulik lagi penyebabnya, terutama tentang masalah kampanye calon walikota dan sepak terjang calon walikota  saat ini. Pak Said dan beberapa bapak yang berada disekitar saya menambahkan pernyataan, bahwa di kota Surakarta “senyap kampanye”. Dalam artian bahwa, para calon tidak menggunakan cara kampanye seperti pawai motor dan menyelenggarakan konser akbar seperti beberapa tempat lainnya.

Sebelum dan Sesudah MemilihHal itu diperkuat oleh saksi yang di delegasikan dari salah satu partai politik pendukung calon walikota,”Memang, disini sepi kampanyenya mas, tidak seperti di Sleman dan Boyolali.” Beliau juga menambahkan bahwa hal itu memang di rancang oleh tim sukses dari salah satu calon walikota. Perlu diketahui memang calon walikota Surakarta saat ini ada dari orang balaikota yang naik kembali, dan beliau memeluk agama minoritas di kawasa Kota Surakarta.

“Memang tetap ada kampanye mas, namun tidak ramai-ramai seperti menyelenggarakan konvoi dan orkes. Kami hanya mengisi di beberapa acara yang berada di gedung tertutup tidak dilapangan. Alasan lain karena kami menghindari ada isu SARA mas, serta kami yakin pasangan kami bisa menang”, tambah saksi dari delegasi parpol itu.

Tepat pukul 13.00 WIB, TPS ditutup dan dilanjutkan dengan penghitungan suara yang memakan waktu kurang lebih satu jam. Hasil terakhir perolehan suara TPS 8 di desa Manahan Kota Surakarta, tercatat dari total DPT 424 orang, hadir untuk memilih 287 orang, suara tidak sah hanya 12 suara dan calon walikota wakil walikotanomor urut dua memperoleh suara terbanyak sebesar 181 suara.

Sekian cerita pendek saya kali ini, terima kasih kepada Allah S.W.T, orang tua dan seluruh pihak yang terlibat. Terutama pada KPPS TPS 8 yang menjamu saya dengan ramah, terima kasih serabinya, terima kasih nasi kotaknya, terima kasih buah dan minumannya, serta yang paling penting terima kasih atas informasi yang diberikan.

Tak lupa terima kasih kepada mas yang masih misterius ketika di media center Kongres Ansor XV yang memberikan kesempatan ini kepada tim saya yang bertugas ketika itu. happy

 

 

Published in Coretanku

2 Comments

  1. Wah asik ya kerja dilapangan jadi bisa tahu kondisi realnya happy

    • Iya mas, alhamdulillah pengalaman luar biasa big grin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tampilkan postinganmu!