Skip to content →

Catatan Enam Agustus DuaRibuEnamBelas

Bagi para penggiat dunia digital, perusahan startup mulai dua tahun terakhir mendapatkan perhatian serius di masyarakat. Banyak investor mulai memandang perusahaan rintisan ini sebagai perusahaan yang sangat menguntungkan di masa depan. Banyak teman-teman yang mempunyai keahlian dibidang digital berlomba-lomba membuat perusahaan digital demi mendapatkan seed funding yang besar dari investor. Namun, apakah startup hanya tentang seed funding, atau investasi seperti pemberitaan salah satu startup akhir-akhir ini?

Perusahan rintisan digital atau startup bergerak melalui kerisauan para co-foundernya. Mereka mengembangkan startup karena landasan ingin memberikan jawaban atas salah satu permasalahan yang ada di masyarakat melalui perkembangan teknologi yang semakin pesat. Sebagai seorang founder startup selain memiliki mindset yang benar, kita juga harus memiliki jiwa sosial untuk membantu sesama demi memberikan kebermanfaatan yang lebih banyak. Selain itu, lapang dada dan dapat menyaring masukan dari orang lain harus kita terapkan dalam setiap diri founder startup untuk selalu menvalidasi serta mengevaluasi permasalahan yang ingin kita selesaikan.

Sebagai seorang founder startup kita tidak boleh meremehkan komunitas. Komunitas merupakan suatu wadah yang mudah untuk mendapatkan ide serta permasalahan yang perlu kita pecahkan secara fokus, dan komunitas sendiri dapat menggerakan sebuah gagasan dengan cepat serta tepat. Dalam masyarakat kita banyak sekali komunitas, bahkan RT dan RW yang ada di dekat rumah kita itupun juga suatu komunitas. Meskipun kecil namun the power of community jangan pernah kita ragukan.

Dari komunitas selingkup RW kita sudah menemukan beraneka permasalahan, mulai dari permasalahan banyak warga yang lupa atau males ikut jaga malam alias ronda, iuran sampah yang telat, atau tukang sampah yang lupa ambil sampah dirumah warga. Contoh dari permasalahan ronda malam saja, kita sudah bisa membuatkan platform untuk mengingatkan jadwal ronda dan sanksi kepada setiap warga yang selalu alasan tidak ikut ronda. Jika platform itu bermanfaat pasti akan tersalur melalui word of mouth dari satu komunitas kecil RW ke tingkat desa sampai kabupaten dan nasional.

Keinginan seorang founder startup pasti perusahaannya bisa berjalan terus menerus. Banyak tantangan yang perlu dihadapi dalam mempertahankan perusahaan rintisan berbasis teknologi ini. Ada anggapan dengan mendapatkan investor merupakan faktor utama yang membuat startup bisa berdiri tegak. Namun bagi saya pribadi hal tersebut tidak seratus persen benar.

Tim yang solid, militan dan memiliki integritas tinggi serta mau belajar di keadaan seperti apapun menjadi faktor yang penting untuk membangun sebuah perusahaan rintisan. Team work merupakan mata tombak yang bisa membawa perusahan rintisan menghadapi goncangan ketidak nyamanan dalam membangun perusahaan. Tim seperti itu dapat memunculkan inovasi-inovasi untuk memecahkan suatu permasalahan pada masyarakat.

Selain itu, kita juga sangat perlu memikirkan keinginan konsumen terlebih dahulu, semakin kita mendengarkan keinginan mereka, semakin banyak keuntungan yang didapat. Keuntungan tidak hanya persoalan materi saja, namun jaringan dari konsumen kita juga dapat bermanfaat bagi kelanjutan perusahaan.

Dengan kerja cerdas para teamwork yang solid, serta ditambah dampak positif terhadap masyarakat yang sudah terbantu dengan platform yang kita sediakan, perusahaan lama kelamaan akan tetap berjalan dan terus tumbuh dengan baik. Dampak pertumbuhan yang baik itulah, akan meningkatkan revenue yang sehat bagi keberlanjutan startup ke masa depan.

Startup is not only business, but startup is way to solve a problem with integrity and technology to give more benefits for the universe.
~ @anmubaroki

Published in Coretanku

One Comment

  1. andai bisa memulai bisnis startup,,,eheheh
    berkunjung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tampilkan postinganmu!